Home

Kung Fu

Spiritual

Feng Shui

Ruang Diskusi

Artikel

Chi Kung

Meditasi

Gwa Mia

Hubungi Kami

 

Tao-4u       

 

 

Sejarah

 

Tao-4u.net > Klenteng > Perkembangan Klenteng

 

 

Pada awalnya Klenteng adalah sebuah tempat untuk berlatih bagi para umat Tao yang Siu Tao / belajar Tao dan sekaligus juga sebagai tempat tinggal. Karena itulah biasanya Klenteng mempunyai halaman yang luas ataupun aula yang bisa digunakan untuk berlatih Kung Fu.

 

Didalam Klenteng biasanya terdapat altar pemujaan kepada Dewa yang merupakan junjungan dan sekaligus Guru bagi kaum Siu Tao tersebut. Altar tersebut sebenarnya merupakan altar pribadi tetapi seringkali para penduduk ikut bersembahnya disana. Perkembangan selanjutnya para penduduk juga mulai membuat altar pemujaan dirumah masing-masing. Demikian seterusnya hal ini berkembang hingga akhirnya mulailah bermunculan Klenteng keluarga dan juga Klenteng umum. Dan kebiasaan ini berlanjut ketika para Hua Ren pergi merantau keberbagai daerah.

 

Klenteng cenderung bersifat pribadi dan berfungsi sebagai sebuah sarana manusia untuk berhubungan dengan dimensi lain secara pribadi. Karenanya setiap Klenteng cenderung mandiri dan berdiri sendiri serta tidak terikat dengan suatu induk organisasi. Bahkan kepemilikan sebuah Klenteng kadang juga bersifat pribadi. Tetapi karena adanya perubahan jaman dan ditambah dengan semakin banyaknya umat, yang mengakibatkan semakin banyaknya permasalahan dalam pengelolaan klenteng. Maka kemudian mulailah dibuat organisasi atau Yayasan untuk mengelolanya. Klenteng mulai berubah dari sebuah tempat ibadah yang dikelola secara pribadi menjadi sebuah Yayasan. Hal ini juga berkaitan dengan birokrasi pemerintah. Mulailah Klenteng-klenteng diorganisir dibawah naungan sebuah organisasi keagamaan. Dimana pada perkembangan selanjutnya para pengurus organisasi keagamaan tersebut mencoba untuk membakukan ajaran dan tatacara peribadatan.

 

Klenteng berawal dari umat yang Siu Tao tetapi dikembangkan oleh umat awam yang tidak Siu Tao. Sehingga Klenteng tidak memiliki rohaniwan seperti layaknya tempat ibadah pada umumnya. Kadang ada sebagian umat awam yang bertindak sebagai rohaniwan dan mencoba untuk membakukan ajaran serta tatacara peribadatan. Namun karena keterbatasan pengetahuan kadang terjadi kesalah pahaman dan ketahayulan, ini adalah suatu hal yang sangat wajar. Dan terlepas dari adanya berbagai kesalah pahaman serta ketahayulan tersebut, kita patut memberikan penghargaan kepada Beliau-beliau yang telah berusaha untuk melestarikan dan mengembangkan ajaran klenteng. Kini tongkat pelestarian dan pengembangan Klenteng ada ditangan kita, marilah kita jalankan amanat ini dengan sebaik-baiknya.

 

 

 

 

Perkembangan

 

 

 

Agama Rakyat

 

 

 

Ajaran Klenteng

 

 

 

Tri Dharma

 

 

 

Umat Klenteng

 

 

 

Daftar Klenteng

 

Klenteng Jatim

 

Klenteng Jateng

 

Klenteng Jabar

 

 

 

 

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~ [-4u ~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Tujuan perubahan adalah untuk menyempurnakan cara dan haluannya.

Tetapi bukan untuk mengubah tujuan dan azasnya.”

 

 

 

Copyright: 14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)