Home

Kung Fu

Spiritual

Feng Sui

Ruang Diskusi

Artikel

Chi Kung

Meditasi

Gwa Mia

Hubungi Kami

 

Tao-4u       

 

 

Arti Tao

 

Tao-4u.net > Pengenalan > Pemikiran Tao

 

 

Saat ini budaya umat manusia sudah sedemikian majunya. Tetapi secara nalar kita bisa mengerti bahwa kemajuan budaya umat manusia tidak terjadi secara tiba-tiba. Setiap bangsa yang berbudaya tinggi dibelahan dunia manapun pastilah sebelumnya pernah mengalami masa-masa kehidupan primitif! Karena pada dasarnya budaya terbentuk dan berkembang secara perlahan-lahan mengiringi perjalanan kehidupan semua umat manusia. Mulai dari masa primitif hingga jaman modern.

 

Demikian pula dengan budaya Tionghoa yang kini kita kenal. Konon semenjak 5.000 th yang lalu di Tiongkok telah berdiri sebuah Kerajaan yang teratur dan berbudaya tinggi dibawah Kaisar Kuning / Huang Ti / Oey Tee (Hokian). Dimana pada masa itu sudah dikenal siklus pergantian musim yang dimanfaatkan untuk pertanian serta sudah bisa membuat kain sutera. Tetapi pastilah jauh sebelum masa itu Tiongkok juga mengalami masa-masa primitif.

 

Jika kita melakukan pengamatan lebih lanjut, kita bisa mengerti bahwa perkembangan budaya manusia merupakan suatu hal yang alamiah. Sesuai dengan kodrat manusia sebagai sosok makhluk hidup yang memiliki kecerdasan, nurani dan akal budi. Dimana secara garis besar perkembangan budaya dan peradaban manusia tersebut dipicu oleh:

 

1.   Adanya Naluri Alamiah manusia untuk bertahan hidup.

Manusia tidak berbeda dengan makhluk hidup lainnya yang mempunyai naluri dan keinginan untuk mempertahankan hidupnya atau menyelamatkan dirinya. Naluri alamiah inilah yang merupakan inti dari perkembangan peradaban manusia dan juga inti dari terbentuknya ajaran Tao. Karena keinginan untuk bertahan hiduplah maka manusia mengembangkan cara-cara untuk bertani, berburu, mengenal musim, menciptakan persenjataan dan lain-lain. Naluri ini pula yang mendasari kebiasaan hidup berkelompok dengan tujuan untuk memperkuat diri terhadap ancaman dari luar dimana ini merupakan cikal-bakal terbentuknya sebuah kerajaan atau pemerintahan.

Suatu saat kadang manusia juga merasa tidak berdaya, terutama jika menghadapi berbagai masalah yang diluar kemampuan dirinya seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, kekeringan dan sebagainya. Maka secara naluri manusia akan mencari ‘perlindungan’ dan mencoba berbagai cara untuk meminta pertolongan. Mulailah manusia berusaha ‘mendekati’, ‘mencari’ dan ‘memuja’ ‘Sosok’ yang diharapkan bisa memberikan pertolongan dan keselamatan, dimana ini merupakan pemicu awal terbentuknya agama.

Karena naluri ini pula manusia menciptakan obat-obatan untuk memperkuat tubuh dan mengobati penyakit yang merupakan cikal-bakal dari farmasi modern. Bahkan muncul sosok pemikir yang berusaha mencari cara untuk menghindari kematian fisik dengan menciptakan berbagai ramuan. Mungkin bagi kita hal ini terdengar ‘bodoh’ tetapi sebenarnya ini adalah sebuah pemikiran yang genius pada jaman itu! Sebuah pemikiran yang kini juga melanda para ilmuwan modern. Mereka menciptakan obat-obatan dan supplemen yang bisa mencegah proses penuaan sel. Ini semua merupakan naluri alamiah makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya.

 

2.   Naluri Alamiah manusia untuk menikmati & meningkatkan kualitas hidup.

Sebagai sosok yang memiliki kecerdasan dan perasaan. Maka selain bertahan hidup, secara naluri manusia juga berkeinginan dan berusaha untuk membuat hidup lebih nyaman dan aman. Lebih lanjut lagi meningkat kepada keinginan dan usaha untuk menikmati hidup. Yang dulunya hanya berburu binatang lambat laun mulai mengenal peternakan. Tujuannya agar ketersediaan bahan makanan lebih terjamin. Membuat rumah untuk berteduh agar tidak kehujanan dan kepanasan. Menciptakan peralatan untuk mempermudah pekerjaan dan menciptakan pakaian yang nyaman dan indah-indah. Juga mengembangkan berbagai seni dengan membuat perkakas atau hiasan yang indah-indah dari keramik, emas dan perak agar hidup jadi lebih cerah ceria. Maka dulu ada dongeng bahwa kaum Tao bisa mengubah batu menjadi emas. Padahal sebenarnya para kaum Tao memisahkan emas yang tercampur dibebatuan.

 

3.   Adanya Kecerdasan yang memicu rasa ingin tahu.

Pada dasarnya manusia memiliki benih kecerdasan yang tinggi. Bahkan sebagian ada yang genius sehingga bisa memikirkan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh manusia yang lain. Ditambah dengan naluri untuk bertahan hidup dan keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup, maka mulailah dilakukan pengamatan dan penyelidikan terhadap berbagai peristiwa alam. Misalnya perubahan cuaca, peredaran matahari dan bulan. Hingga akhirnya manusia bisa mengenal musim, perbintangan, kalender dll. Dengan mengenal musim dan perubahan cuaca maka manusia bisa mengatur jadwal pertanian untuk menjamin ketersediaan pangan.

Pengamatan terhadap alam tidak berhenti sampai disitu, melainkan diperdalam hingga menyelidiki sifat-sifat alam dan hubungannya dengan kehidupan manusia. Seni inilah yang kini kita kenal sebagai Feng Shui, yaitu seni tata letak dan bentuk bangungan.

Ada juga kaum genius yang berusaha menyelidiki dan mencari tahu apa yang terjadi setelah kematian fisik. Pemikiran ini kini juga melanda kaum ilmuwan modern. Banyak riset dilakukan untuk meneliti kehidupan dimensi lain

Ini adalah reaksi yang sangat alamiah dari sosok makhluk hidup yang mempunyai kecerdasan tinggi dalam usahanya untuk bertahan hidup! Dengan mengetahui dunia lain serta kehidupan setelah kematian diharapkan manusia akan lebih mudah untuk mempersiapkan diri menghadapinya.

Dari sinilah awal munculnya berbagai metode untuk mengembangkan segenap potensi diri agar bisa mengungkap misteri kehidupan secara menyeluruh. Dengan berkembangnya potensi diri dan terungkapnya misteri kehidupan, diharapkan manusia akan bisa bertahan hidup, baik dikehidupan sekarang ataupun dikehidupan selanjutnya. Setelah melalui penyelidikan dan pengembangan selema ribuan tahun, kini kita mengenal metode tersebut sebagai ‘Olah Spiritual’. (Baca: Seni & Ilmu Tao).

 

4.   Adanya Akal Budi yang luhur.

Selain memiliki kecerdasan, manusia juga mempunyai akal budi, nurani dan merupakan makhluk yang berperasaan halus. Sehingga manusia tidak hanya sekedar bertahan hidup dan menjalani hidup saja. Tetapi lambat laun mulai berbudaya dan menciptakan berbagai aturan kehidupan. Budaya dan peradaban terus berkembang hingga mencapai tahap dimana manusia sudah mengerti akan adanya nilai-nilai luhur kehidupan seperti misalnya: intregritas, kehormatan, kejujuran, kesetiaan, jiwa satria, kasih, kebajikan dll. Tahap dimana manusia sudah mengerti akan adanya ‘Nilai Diri’. (Baca: Budaya Manusia)

 

 

      

 

Pemikiran Tao

 

      

 

Budaya Manusia

 

      

 

Ajaran Tao

 

 

 

Perkembangan

 

 

 

Tao & Budaya

 

 

 

Seni & Ilmu Tao

 

Sesepuh Tao

 

Sejarah Tao

 

Filsafat Tao

 

Agama Tao

 

Spiritual Tao

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

---

 

“Belajar Tao yang terpenting adalah dengan kecerdasan mencari kebenaran yang Kekal Abadi

dan juga mengembangkan Kasih Sayang sesama umat manusia,

 hingga mencapai dunia yang damai dan sentosa.”

 

 

Copyright: 14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)