Kung Fu
|
Spiritual
|
Feng Sui
|
Ruang Diskusi
|
|
Chi Kung
|
Meditasi |
Gwa Mia
|
|
|
Tao-4u.net > Pengenalan > Sejarah Tao Sejak kapan ajaran Tao mulai
ada sudah sulit untuk ditelusuri. Menurut legenda, dasar-dasar Tao yang
sederhana sudah mulai ada sejak masa prasejarah yaitu masa pemerintahan Kaisar
Fu Hsi / Fu Xi yang diduga hidup sekitar 3000 th SM. Dimana pada masa itu
sudah dikenal istilah Tian (langit) yang menggambarkan kekuatan Alam Semesta.
Dan juga sudah dikenal pemujaan terhadap Sang Ti (Tuhan Tertinggi). Bahkan
Beliau dipercaya sebagai peletak landasan Kitab I Ching / Ya Keng (Hokian)
yang merupakan Kitab Perubahan Alam Semesta. Kitab inilah yang merupakan
salah satu dasar dan landasan pengembangan berbagai ilmu Tao yang lain. Hanya
saja pada masa itu ajaran Tao belum berbentuk dan masih berupa pemujaan yang
sederhana. Ajaran Tao mulai lebih terbentuk pada masa Pemerintahan Kaisar Kuning / Huang Ti / Oey Tee (Hokian) yang memerintah Tiongkok sekitar 2697 SM. Karena itu biasanya sejarah Tao juga mulai dihitung sejak masa pemerintahan Beliau. Pada masa itu belum terdapat pengkotak-kotakan seperti Tao Ciao (Agama Tao) ataupun Tao Siek (Filsafat Tao). Yang ada hanyalah sebuah pemikiran tentang cara pandang dan metode menjalani kehidupan. Sebuah pemikiran yang menyatu dengan kehidupan dan terlepas dari segala bentuk ikatan kelompok atau organisasi. Pemikiran Tao inilah yang mempengaruhi kehidupan leluhur Hua Ren dan melandasi terbentuknya budaya Tionghoa. Karena itu Kaisar Kuning juga sangat berjasa bagi perkembangan kebudayaan Tionghoa, maka para Hua Ren seringkali menyebut dirinya anak sebagai cucu Huang Ti / Oey Tee. Sayangnya sejarah Tiongkok yang bisa dibuktikan dan diterima kalangan intelektual berawal dari dinasti Sang ( 1783 SM) dan Chu (1134 SM). Ini dikarenakan pada masa pemerintahan Chin She Huang (221-206 SM) dilakukan pembakaran buku-buku kuno. Mungkin salah satu tujuannya agar Sejarah Tiongkok dikenal dengan diawali dari dirinya. Tetapi bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa Para Kaisar Purba dinasti Hsia tersebut benar-benar ada dengan ditemukannya peradaban Neolitikum di wilayah dekat Hsian di propinsi Shansi serta Jinan di propinsi Shantung. Pada masa dinasti Ching (246 SM) tata cara sembahyang kepada Tuhan dan nenek moyang sudah mulai tertata. Kaum Tao sudah mulai terbagi menjadi berbagai kelompok. Kelompok ini mulai ‘berbeda’ dengan umat awam yang sekedar bersembahyang. Pada masa itu sudah muncul Thay Ping Tao, Thian She Tao, Mau San Tao dll. Dinasti Han (206 SM), Raja Han Wu
Tee sangat mendukung Tao maka Tao mulai mengakar. Pada masa itu seorang Guru Tao yang bernama
Chang Tao Ling (Zhang Dao Ling) membakukan sistim dengan membuat Buku Tao,
menurunkan Hu, Kiam dan In (Stempel). Maka terbentuklah Agama Tao ( Tao
Ciao). Dinasty We Cin (220) merupakan kejayaan Tao karena Raja We Wu Tee menjunjung tinggi Tao. Dinasti Jin (265) seorang bernama Wang Pi menjabarkan Kitab I Ching / Ya Keng (Hokian) dan ajaran Lao Tse (Tao Tek Cing). Maka pembahasan tentang ajaran Lao Tse mengalami kemajuan yang pesat. Dinasti Nan Pei Chaw (420) Raja Sung Wen Tee sangat mengagungkan Tao. Jaman Erl Wei, Raja Tao Wu Tee bahkan mendalami ilmu Kedewaan Tao. Sampai Thay Wu Tee, Tao sudah menyebar keseluruh pelosok negeri. Dinasty Sung (460), Raja Sung Thay Cu juga umat Tao dan membangun Tao Kwan (Klenteng) diberbagai pelosok. Raja Hwie Cung bahkan menamakan dirinya sebagai “Raja Kerajaan Tao”. Tao dijadikan agama negara dan banyak membangun Klenteng. Dinasty Tang (618) perkembangan Tao mencapai puncaknya. Waktu itu Lao Tse dijadikan Tao Chu (Nabi Tao). Raja Thang Kauw Cung menjunjung tinggi Tao. Tao Tek Cing diangkat sebagai pimpinan semua kitab. Membangun Klenteng dimana-mana dan mendirikan Jung sian Kwan, merupakan perguruan tinggi Tao dan memberi gelar “Doktor” bagi lulusannya. Dinasty Yen / Mongol (1277), seorang Tao She bernama Chiu Chu Ci sudah berumur 75 th pergi melewati gurun pasir pergi menemui Chen Cie Se Han (Jengis Khan). Menganjurkan untuk sembahyang dan berkeTuhanan. Akhirnya Chiu Chu Ci dianggap sebagai Dewa dan orang Mongol mulai mengagumi kebudayaan Han. Tao sudah berjaya ribuan tahun hingga masa pemerintahan Raja Yen Se Chu (1280), terjadilah fitnahan terhadap Tao. Mulailah terjadi pembakaran kitab-kitab Tao. Dinasty Yen merasa bahwa status mereka adalah penjajah sehingga selalu khawatir akan adanya pemberontakan. Mereka tahu bahwa Tao mendidik manusia berjiwa satria dan juga melatih ilmu beladiri (Kung Fu). Mereka menganggap ini sebagai ancaman bagi kerajaannya. Maka pihak kerajaan mulai memusuhi umat Tao. Akibatnya banyak umat Tao yang mengungsi ke gunung-gunung, mendirikan Tao Kwan disana dan mengajarkan Kung Fu serta meriset obat-obatan tradisional. Masa suram ini terjadi hampir 1 abad hingga kemudian muncullah Cu Yen Cang menggulingkan dinasty Yen dan mendirikan Dinasty Ming (1368) dan bergelar Ming Thay Cu. MulailahTao berkembang lagi. Hingga tahun 1644, Dinasty Man Ching (Mancu) berkuasa (Raja Sun Ce, Kang Si, Yung Sen). Agama Tao kembali mendapat fitnahan dan mengalami masa suram. Hingga berdirinya Ming Kwok (1913), fitnahan seakan-akan Tao penuh dengan ketahayulan masih terjadi. Bahkan pada masa masa Revolusi Kebudayaan kembali Tao terkena getahnya. Barulah kemudian lambat-laun keadaan berubah dan Tao mulai bisa berkembang walaupun sangat lambat. Dalam perjalanan panjangnya selama ribuan
tahun, Tao telah mengalami pasang surut. Berbagai kesalah pahaman dan
fitnahan telah dilalui, namun kebenaran tidak bisa ditutup-tutupi. Bahkan
dewasa ini disaat dunia Barat sudah mengalami kejenuhan dengan kehidupan
materiil dan mulai mencari hal-hal spiritual. Mulailah mereka menyadari akan
adanya Tao, “Sebuah intan yang telah lama terbenam dalam debu”. |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
“Menyalakan
obor didalam kegelapan. Ada orang yang bersuka cita karena mendapatkan
penerangan.
Namun ada pula
yang membenci karena sinarnya menyilaukan mata.
Kita harus bisa
memaklumi mereka yang membenci karena mungkin mereka sudah terlalu lama berada
dalam kegelapan sehingga untuk sementara waktu belum bisa menerimanya.”
Copyright:
14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)