Home

Kung Fu

Spiritual

Feng Sui

Ruang Diskusi

Artikel

Chi Kung

Meditasi

Gwa Mia

Hubungi Kami

 

Tao-4u       

 

 

Dasar Pemikiran

 

Tao-4u.net > Sembahyang > Dasar Pemikiran

 

 

Sejak ribuan tahun yang lalu manusia sudah dihadapkan dengan berbagai hal yang diluar batas kemampuannya, misalnya saja bencana alam, kematian dan hal-hal lain yang tidak dapat dikendalikan. Inilah salah satu pemicu munculnya tradisi sembahyang yang pada awalnya merupakan usaha manusia untuk minta perlindungan dan bantuan dari ‘Penguasa Alam’. Dalam perkembangan selanjutnya tatacara sembahyang menjadi semakin teratur. Jadi dalam hal ini yang memiliki kepentingan untuk bersembahyang adalah manusia dan bukannnya Dewa/Tuhan.

 

Dasar pemikiran ini selaras dengan ajaran Tao, dimana sembahyang bukanlah merupakan sebuah kewajiban. Tuhan dan Dewa-Dewi tidak mewajibkan kita untuk sembahyang dan memuja Beliau. Pujian kita sama sekali tidak ada artinya bagi Beliau. Kita puji Beliau tidak bertambah Kemuliaannya, kita caci Beliau tidak berkurang keAgungannya! Tuhan dan Dewa-Dewi juga bukan merupakan sosok yang gila hormat yang akan menghukum kita hanya karena kita tidak memuja Beliau !

 

Sembahyang adalah merupakan hak azasi, karenanya setiap manusia dibebaskan untuk memilih apakah mau bersembahyang ataukah tidak. Silahkan saja jika ada yang ‘berani’ menjalani hidup secara mandiri tanpa memohon bimbingan dan perlindungan Tuhan/Dewa-Dewi, itu sepenuhnya merupakan hak pribadi. Demikian juga jika ada yang memilih untuk bersembahyang dan mohon bimbingan serta perlindungan Dewa/Tuhan. Itu sepenuhnya dilakukan atas dasar kesadaran diri dan bukan karena adanya ‘kewajiban’ atau keterpaksaan. Kesadaran akan adanya keterbatasan diri kita sebagai sosok manusia yang mempunyai kemampuan sangat terbatas dalam menghadapi misteri kehidupan dan hukum alam. Jika hal ini sudah dimengerti, maka kita akan bisa menempatkan diri dengan tepat dihadapan Dewa / Tuhan. Dalam tahap selanjutnya makna sembahyang bisa berkembang lebih lanjut sebagai sebuah ‘Pengabdian’. Tetapi untuk memahami hal ini tidak semudah yang kita sangka!

 

 

 

 

 

Makna

 

 

 

Tata Cara

 

 

 

Altar

 

 

 

Patung Dewa

 

 

 

Perlengkapan

 

 

 

Tahun Baru

 

Tanya Jawab

 

 

 

 

 

 

 

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~ [-4u ~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Biarpun dunia penuh dengan aneka ragam persoalan, namun kebenaran itu tetaplah satu.

Mungkin terkadang kebenaran diselewengkan dan dikotori oleh debu-debu.

Tapi bisikan hati dan batin yang asli akan tetap menjadi juri terakhir dan memvonis dengan adil.”

 

 

Copyright: 14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)