Kung Fu
|
Spiritual
|
Feng Shui
|
Ruang Diskusi
|
|
Chi Kung
|
Meditasi |
Gwa Mia
|
|
|
Tao-4u.net > Tanya Jawab > Dewa 1 1. Apakah Dewa itu ? Tentang Dewa-dewa adalah sukar untuk dimengerti dan dijelaskan. Hanya yang memiliki rejeki / kejodohan / Yen Fen saja baru bisa menjumpainya. 2. Dimanakah Dewa itu ? Soal ini memang soal yang tidak gampang dipecahkan, terutama karena harus adanya kejodohan / Yen Fen / Affinity. Maka harus Belajar Tao / Siu Tao terlebih dulu baru akan mengerti apakah sebenarnya Dewa-Dewa itu ada dan dimana Beliau berada, tentu kalau Tao nya sudah tinggi. 3. Dewa yang pertama itu asalnya dari mana ? Soal ini hanyalah Dewa sendiri yang bisa menjawabnya. Tetapi mungkin Beliau juga tidak mau menjawab pertanyaan tersebut. Maka mudah-mudahan anda dapat Siu Tao hingga mencapai Ren Erl Thung Sen sehingga bisa langsung bertanya sendiri. Mungkin juga akan mendapatkan jawaban yang diluar dugaan dan sangat memuaskan. 4. Apakah Dewa mempunyai hari wafat ? Menurut kita Dewa itu semua kekal abadi / Eternal Life, maka tidak mempunyai hari wafat. Jika mempunyai hari wafat maka Beliau bukan Dewa lagi. 5. Apakah Dewa sama dengan Budha ? Dewa san Budha sama-sama dapat memberikarunia kepada umat manusia. Sebetulnya sama tetapi juga berbeda karena Dewa tetaplah Dewa dan Budha tetaplah Budha. Dalam pandangan kita mudah saja untuk membedakannya, misalnya: Kwan Kong, Thay Sang Lauw Cin, Kwang Cek Cwen Wang, Mak Co dan sebagainya adalah termasuk Dewa. Sedangkan Ru Lai Fuk, Jie Lai Hut adalah Budha, tentu tidak sama.
4. Bertemu Dewa atau sesuatu hal yang aneh apakah lalu percaya dan takut ? Orang yang Belajar Tao / Siu Tao harus mempunyai kecerdasan. Bertemu apapun harus menggunakan logika / pikiran, harus hari-hati dan waspada terhadap orang-orang yang jahat, orang-orang yang memakai baju / cara aneh-aneh atau terhadap mereka yang mengatas namakan Dewa-dewi untuk penipuan. Terutama kaum wanita harus extra hati-hati. 5. Patung Dewa itu buatan manusia, kita sembah apakah bukan suatu ketahyulan ? Sebelum kita jelaskan soal tersebut, sebaiknya kita ambil satu contoh misalnya Bendera. Bukankah dibuat oleh manusia dengan hanya beberapa meter kain saja? Mengapa waktu dikibarkan terutama pada detik‑detik upacara khusus pimpinan ‑ pimpinan negarapun salut / hormat kepadanya, ini justru karena ia mewakili sesuatu kewibawaan bangsa dan negaranya. Patung ‑ patung Dewapun juga demikian halnya. Dewa patut disembah karena beliau beliau itu memang ada, soalnya terletak pada bagaimana dan dengan cara apa untuk bisa membuktikan adanya beliau ‑ beliau itu, permecahannya tak lain hanya dengan Tao Ying Suk baru dapat mencapai sasaran tersebut (Dalam contoh: Yang kita hormati bukan kainnya tapi negara, dan bangsanya ). 6. Ada yang bilang gambar ‑ gambar dewa tak boleh dipigura dengan kaca. Jika dipigura, dengan kaca maka kacanya harus dilubangi agar supaya Dewa dapat keluar masuk. Apakah benar demikian ? Pendapat ini sangat bodoh dan jadi tawaan; pertama kita harus mengerti bahwa Dewa tetap Dewa dan Gambamya Dewa tetap Gambarnya Dewa. Sama halnya anda tetap anda dan foto anda tetap foto anda; berbeda bukan? Jika kaca dilubangi Dewa ‑ Dewa barulah dapat keluar masuk, apakah anda tak merasa bersalah menganggap Dewa itu semut? Jika bilang dikacai lantas Dewa tak dapat masuk, lalu tak dikacai, beliau masuk untuk apa ? Terhadap gambar / patung Dewa ‑ Dewa sikap kita harus hormat ! Harus ingat arti Li (pengertian) dan Wu ( inisiatip ). |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ [-4u ~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Dewa / Tuhan
apakah ada ? Merupakan sebuah pertanyaan / teka-teki ribuan tahun.
Kata ada
mungkin karena anda pernah melihat / menjumpainya.
Kata tidak ada mungkin karena anda belum
pernah melihat
dan tidak punya cara untuk membuktikan
keberadaan Beliau.
Kalau sekarang
ada suatu cara untuk pembuktian, meskipun cara tersebut harus dijalani sendiri,
apakah anda
juga berminat ?
Jika
menginginkannya cara yang terbaik adalah Belajar Tao / Siu Tao
dan diawali
dengan sembahyang ke Klenteng dahulu.
Copyright:
14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)