Kung Fu
|
Spiritual
|
Feng Shui
|
Ruang Diskusi
|
|
Chi Kung
|
Meditasi |
Gwa Mia
|
|
|
Tao-4u.net > Ajaran > Awalan Sebelum mulai mempelajari berbagai pemikiran Tao, cobalah untuk melakukan instrospeksi diri. Sadarilah bahwa semua pendapat dan keyakinan yang kita miliki sangat dipengaruhi oleh lingkungan kita. Seandainya kita terlahir di lingkungan yang berbeda maka kita akan memiliki keyakinan yang berbeda bahkan mungkin akan memeluk agama yang berbeda. Karenanya kita harus sadar bahwa ‘Kita bukanlah Diri Kita’ dan ‘Kita tidak pernah menjadi Diri Kita’!. Pemahaman, pemikiran dan keyakinan kita semuanya adalah bentukan dari lingkungan kita!
Bayangkan seandainya kita terlahir ditengah hutan, kira-kira kehidupan seperti apakah yang akan kita tempuh? Bisakah kita mempunyai pemahaman seperti sekarang ini ? Apakah kita masih bisa mengenal Tuhan? Pikirkan semua konsep kehidupan dan keTuhanan yang kita yakini, pernahkah kita menggunakan nalar dan akal budi kita untuk memahaminya? Pernahkah kita mempertanyakan atau bahkan menyangkal suatu dogma jika menurut pemikiran kita dirasa tidak masuk akal ? Memang Tuhan tidak bisa dipahami dengan nalar, tetapi sadarilah hal itu setelah kita menggunakan segenap nalar dan akal budi kita hingga kemudian ‘Melampauinya’! Mempelajari Tao bukanlah mempelajari sebuah doktrin yang harus dipercaya, karena dalam Tao tidak ada dogma atau kitab yang dianggap sebagai sebuah kebenaran mutlak. Mempelajari Tao berarti kita dibimbing dan dilatih untuk mengembangkan daya nalar kita! Belajar mengembangkan segenap potensi diri anugerah Ilahi! Dalam mempelajari Tao kita harus bisa bersikap netral serta terlepas dari belenggu berbagai konsep kebenaran, kehidupan atau keTuhanan yang telah didoktrinkan kepada kita semenjak kecil. Karena menjadi umat Tao bukan berarti kita mengikuti dan mematuhi sebuah ajaran. Melainkan kita berusaha memahami sebuah konsep pemikiran dan kemudian mengembangkan konsep pemikiran kita sendiri! Menjadi umat Tao berarti ‘Menjadi Tuan Atas Diri Sendiri’ dan tidak hanya meyakini serta mengikuti apa yang dianggap sebagai suatu kebenaran sejak masa lalu! Mempelajari Tao harus mulai dari dasar, hampir sama seperti belajar membaca. Kita harus berawal dari menghapal abjad dulu. Barulah setelah bisa merangkai kata maka kita bisa membaca sebuah cerita meskipun kombinasi hurufnya berbeda-beda. Atau seperti belajar matematika, kita mulai dengan menghapal 1 + 1 = 2. Barulah setelah memahami hukum penjumlahan, maka kita akan bisa menghitung berapapun jumlah angka yang dijumlahkan. Dengan belajar Tao kita akan dibimbing menjadi sosok manusia yang ‘Sadar’ dan bukan hanya sekedar sosok manusia yang ‘Patuh’. |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
“Bahagia memang
sulit untuk didapatkan.
Namun asalkan
kita berjalan menuju jalanan yang bahagia, itu bahagia sudah.”
Copyright:
14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)