Home

Kung Fu

Spiritual

Feng Sui

Ruang Diskusi

Artikel

Chi Kung

Meditasi

Gwa Mia

Hubungi Kami

 

Tao-4u       

 

 

Awalan

 

Tao-4u.net > Ajaran > Liam Keng

 

 

Dewasa ini Nien Cing / Liam Keng (Hokian) sudah menjadi bagian dari ritual di Klenteng-klenteng. Biasanya berupa pembacaan  doa, mantra atau penyebutan nama Dewa dan Para Suci yang berulang-ulang dengan nada tertentu.

 

Secara sederhana Liam Keng dapat diartikan ‘Membaca Kitab Suci’, tetapi ada juga yang mengartikannya ‘Membaca Mantra’ atau ‘Membaca Doa’. Padahal sebenarnya antara ‘Kitab Suci’, ‘Mantra’ dan ‘Doa’ mempunyai arti yang jauh berbeda.

 

Adapun perbedaannya adalah:

 

  1. Kitab Suci pada intinya berisi ajaran yang berupa nasehat dan pedoman menjalani hidup. Dalam hal ini sebenarnya yang terpenting bukannya berapa kali harus dibaca. Melainkan pemahaman dan pengamalan terhadap ajaran didalam Kitab Suci tersebut di kehidupan sehari-hari lah yang lebih diutamakan.
  2. Doa pada intinya berisi pujian, ucapan syukur atau permohonan kepada Tuhan, Dewa-Dewi atau Para Suci. Dibaca berulang kali juga boleh. Tetapi sebenarnya yang menentukan terkabulnya sebuah permohonan doa bukan jumlah pembacaan doa tersebut. Melainkan ketulusan hati dan ‘modal’ dari yang membaca doa. Yang dimaksud modal disini adalah Tingkat Kebijaksanaan atau Kualitas Kesadaran serta Amal Bakti / Kung Tek. Meskipun dibaca jutaan kali tetapi jika yang membaca doa tersebut berhati busuk maka tidak akan berguna karena Para Suci tidak akan memperhatikannya.
  3. Mantra / Cen Yen / Cin Gan (Hokian) adalah sebuah ‘Kata Murni atau ‘Kata Sandi’ yang merupakan ‘Kode’ dengan fungsi khusus yang sudah baku. Biasanya pendek dan kadangkala tidak bisa diartikan atau diterjemahkan. Sebenarnya hampir mirip dengan doa hanya saja lebih terfokus. Prinsip kerja sebuah mantra hampir sama dengan doa. Bisa berfungsi bila ‘Sosok’ yang berhubungan dengan mantra tersebut mau mengakuinya.

 

Kebanyakan umat melakukan Liam Keng sebagai sebuah tradisi yang diwariskan turun temurun atau sekedar mengikuti ritual belaka. Jarang sekali umat yang bisa memahami fungsi dan tujuan awal diciptakannya Liam Keng oleh para sesepuh Tao kuno. Bahkan kemudian muncul berbagai kesalah pahaman seputar masalah Liam Keng sehingga menimbulkan berbagai mitos dan ketahayulan.

 

Satu hal yang harus dipahami adalah bahwa “Kata-kata tetaplah hanya sebuah kata-kata belaka dan tidak punya kekuatan apapun. Yang mempunyai kekuatan adalah Tuhan / Dewa Dewi / Para Suci”. Tanpa adanya ‘Pengakuan’ dan ‘Campur Tangan’ Beliau, sebuah doa atau mantra tidak ada artinya dan tidak akan berfungsi!

 

Artikel Lanjutan:

 

  1. Manfaat & Tujuan Liam Keng.
  2. Mitos Berkumpulnya Dewa.
  3. Mitos Terkabulnya Keinginan

 

      

 

Kehidupan

 

      

 

Alamiah

 

      

 

Kesadaran

 

 

 

Wu Wei

 

 

 

Gong

 

 

 

Yin Yang

 

Reinkarnasi

 

Vegetarian

 

Liam Keng

 

Pat Kwa

 

 

 

 

 

 

 

---

 

“Kaum Tao masa kini selain meningkatkan ‘Wu Tao’ (Sadar Jagad Raya)

Juga harus mengikuti tata kehidupan jamannya.”

 

 

Copyright: 14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)