Home

Kung Fu

Spiritual

Feng Shui

Ruang Diskusi

Artikel

Chi Kung

Meditasi

Gwa Mia

Hubungi Kami

 

Tao-4u       

 

 

Awalan

 

Tao-4u.net > Ajaran > Nalar & Kesadaran

 

 

Didalam ajaran Tao tidak terdapat dogma. Sebagai pedoman dalam menjalani kehidupannya, para Praktisi Tao menggunakan ‘WU’ sebagai kompasnya.

 

Secara sederhana WU dapat diartikan ‘Nalar dan Kesadaran’ yang tinggi. Dalam tulisan aslinya, WU merupakan gabungan dari huruf  ‘Aku dan Hatiku’.

 

WU adalah sebuah cara berpikir seseorang dalam mempertimbangkan suatu masalah. Sebuah cara berpikir yang lebih menitik beratkan kepada akibat, efek atau tujuan dari suatu perbuatan daripada perbuatan itu sendiri.

 

Jika didefinisikan secara lengkap, WU dapat diartikan:

“Suatu pola pikir yang mengandung unsur ‘Akal Sehat dan Hati Nurani’, untuk mengambil suatu keputusan yang paling tepat dan bijaksana dengan mempertimbangkan situasi, kondisi, tatacara, hukum, norma dan aturan yang berlaku”.

 

Setiap orang mempunyai daya WU yang berbeda-beda. Ini menjadi suatu misteri tersendiri tentang hal apa yang mempengaruhi daya WU seseorang. Apakah karena perbedaan  kecerdasan dan kepekaan batin atau hati nurani setiap orang ? Atau karena tingkat kesadaran yang berkaitan dengan kehidupan sebelumnya? Sulit untuk memastikannya.

 

Untuk mempermudah pemahaman tentang WU, berikut ada sebuah contoh sederhana:

Misalnya ada sebuah larangan: “Anak kecil dilarang bermain ditepi jalan raya!”

Larangan tersebut bisa dianggap sebagai sebuah dogma atau hukum agama. Maka akan ada beberapa kemungkinan:

 

  1. Ada anak yang ‘Melanggar’ dan tetap nekat bermain ditepi jalan raya.
  2. Ada anak yang ‘Patuh’ tidak bermain ditepi jalan raya tanpa tahu apa alasannya.
  3. Ada anak yang ‘Sadar’ dan mengerti kenapa tidak boleh bermain ditepi jalan raya.

 

Seorang anak yang sadar, seandainya tidak ada laranganpun, dia tetap tidak akan bermain ditepi jalan raya ! Seseorang bisa ‘Sadar’ karena dia bertindak dengan WU. Dia bertindak dengan mempertimbangkan berbagai hal dan tidak berdasarkan adanya larangan.

 

Sebenarnya pada awalnya dogma dibuat karena suatu alasan dan tujuan. Para pemuka agama yang membuat dogma sebenarnya mempunyai tujuan dan alasan tertentu. Dan dogma yang dibuat merupakan hasil Daya Pikir / WU yang beliau miliki.

 

Tetapi setelah dogma terbentuk, banyak manusia yang hanya sekedar mempercayai dan mengikutinya tanpa mengerti alasan dan tujuan dibalik dogma tersebut. Akibatnya kadang muncul fanatisme yang berlebihan sehingga mudah terhasut atau terjebak dalam suatu konflik. Mungkin karena alasan inilah maka para Pakar Tao kuno tidak mau membuat dogma bagi pewaris ajaran Tao. Melainkan secara langsung membimbingnya untuk menggunakan WU.

 

Sesepuh Tao berpendapat bahwa ‘Wu’ inilah puncak kealamiahan ‘manusia’. Sebagai sosok yang mempunyai kecerdasan tinggi, memiliki nurani berakal budi dan berperasaan halus. Maka adalah hal yang ‘Wajar’ jika manusia menggunakan ‘Wu’ dalam menjalani hidupnya. Ke ‘Wajar’ an inilah yang akan kembali mengarahkan manusia menuju ke‘Alamiah’an diri!

 

 

 

      

 

Kehidupan

 

      

 

Alamiah

 

      

 

Kesadaran

 

 

 

Wu Wei

 

 

 

Gong

 

 

 

Yin Yang

 

Reinkarnasi

 

Vegetarian

 

Liam Keng

 

Pat Kwa

 

 

 

 

 

 

 

---

 

“Seseorang yang berbuat dengan berpedoman kepada dogma disebut Patuh.

 Seseorang yang berbuat atas dasar  WU disebut Bijak.”

 

 

Copyright: 14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)