Home

Kung Fu

Spiritual

Feng Shui

Ruang Diskusi

Artikel

Chi Kung

Meditasi

Gwa Mia

Hubungi Kami

 

Tao-4u       

 

 

Hua Ren

 

Tao-4u.net > Seni & Budaya

 

 

Manusia adalah merupakan sosok makhluk hidup yang mempunyai naluri alamiah untuk mempertahankan hidupnya. Dan dalam usahanya untuk bertahan hidup manusia selalu bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan serta berbagai masalah kehidupan yang berada didalamnya. Reaksi dan interaksi inilah yang mempengaruhi dan membentuk perilaku serta karakter manusia itu sendiri.

Sekelompok manusia yang tinggal di lembah yang tenang dan subur akan mempunyai karakter dan perilaku yang berbeda dengan kelompok manusia yang hidup di gurun yang gersang dengan persaingan hidup yang berat. Ini karena tingkat kesulitan dan permasalahan hidup yang mereka hadapi berbeda.

Kasus yang sama bisa kita lihat secara nyata pada kehidupan dewasa ini. Karakter antara orang yang tinggal dipedesaan berbeda dengan mereka yang tinggal di kota metropolitan. Bahkan cara manusia mencari nafkah untuk mempertahankan hidupnyapun bisa mempengaruhi karakter dan perilakunya. Tampilan (performance) seorang petani akan ‘berbeda’ dengan seorang pemburu. Kita juga bisa melihat adanya perbedaan ‘tampilan’ antara dokter, pengacara, politikus dan lain-lain, semuanya mempunyai warna dan keunikan tersendiri.

 

Bisajadi pada mulanya perilaku dan karakter umat manusia tidak jauh berbeda antara suku bangsa yang satu dengan yang lain. Dan sebagai makhluk hidup semua manusia mempunyai naluri untuk bertahan hidup. Tetapi karena adanya perbedaan ‘lingkungan’ dimana mereka tinggal yang memicu munculnya perbedaan ‘kehidupan’ yang mereka jalani. Maka setelah ribuan tahun berlalu akhirnya setiap suku bangsa mempunyai corak yang berbeda-beda. Mempunyai tatanan sosial, pemikiran bahkan juga memunculkan ajaran dan spiritual yang berbeda pula.

 

Karena itulah masing-masing suku bangsa mempunyai keunikan tersendiri, tercermin dari seni, budaya, tatanan sosial dan sebagainya. Ini semua disebabkan adanya perbedaan lingkungan dimana suku bangsa tersebut tinggal. Intinya adalah bahwa kehidupan yang dijalani seseorang akan mempengaruhi dan membentuk dirinya.

 

Walaupun ada sebuah kenyataan lainnya yaitu bahwa dengan kehidupan yang hampir serupa seringkali membentuk pribadi yang berbeda. Dimana ini berarti bahwa pada dasarnya setiap manusia adalah sebuah pribadi yang unik. Antar sesama manusia dengan pofesi yang sama seringkali mempunyai strategi yang berbeda, juga intregritas yang berbeda.

 

Tetapi tidak bisa disangkal bahwa pengaruh lingkungan dan pola hidup terhadap karakter, pemikiran dan kehidupan manusia sangatlah kuat.

 

Demikian pula dengan Hua Ren yang sejarahnya sudah mencapai 5.000 th. Telah membentuk sebuah budaya tersendiri dengan keunikannya yang khas seperti:

 

1. Dalam hubungan sosial dikenal istilah ‘Ceng Li’.

2. Dalam pengabdian dikenal istilah ‘Cung’ (setia).

3. Dalam hubungan keluarga dikenal istilah ‘Hsiao / Houw’ (bakti).

4. Mengembangkan pengobatan berupa ramuan tradisional, pijat dan tusuk jarum.

5. Menciptakan berbagai tarian yang khas dan unik misalnya barongsay dan Tarian Naga.

6. Menciptakan berbagai puisi, kaligrafi, cerita klasik dll

7. Menciptakan berbagai benda seni dari porselen dan lukisan dengan corak khas.

8. Menciptakan seni beladiri Kungfu / Wushu, Ilmu Pernapasan dll

9. Menciptakan berbagai ajaran kehidupan, filsafat, agama dan juga metode spiritual.

 

Dan masih banyak lagi berbagai penemuan-penemuan leluhur Hua Ren yang bermanfaat bagi umat manusia seperti kalender, kompas, kertas dan lain sebagainya.

 

 

 

 

Sejarah Tiongkok

 

 

 

Perayaan & Tradisi

 

 

 

Simbol

 

 

 

Kesenian

 

 

 

Legenda

 

 

 

Cerita Klasik

 

Cerita Silat

 

Kaligrafi

 

Galeri

 

Artikel

 

 

 

 

 

 

 

 

---

 

“Sejak masa pra sejarah, para Pahlawan, Guru, Nabi dan Wali,

semuanya bagaikan gunung-gunung, masing-masing mempunyai induknya.

Seperti semua sungai, masing-masing mempunyai sumber utamanya.

Puncak kehidupan itu terletak didalam arus TAO yang memanjang.

Jika ada yang mengatakan tak berakar, itu sudah tergolong yang minum air lupa sumbernya.”

 

 

Copyright: 14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)