Kung Fu
|
Spiritual
|
Feng Shui
|
Ruang Diskusi
|
|
Chi Kung
|
Meditasi |
Gwa Mia
|
|
|
Tao-4u.net > Artikel > Renungan Judul: My Beloved Mother Pengirim:
Dewi Susanti. Sumber:
Mailling list
Tahun yang lalu,
ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya
karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka
pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang
sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan
tersebut. Kami mengunjungi setiap toko yang
menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan
mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu
saya mulai frustasi. Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya
mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya
terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran
saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam
ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan
dengan susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata tangan-tangannya sudah
mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat
melakukannya. Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan
yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata
yang keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya
kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian
ini begitu indah, dan Ibu membelinya. Perjalanan belanja kami telah
berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari
ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada
saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut, terbayang tangan ibu saya
yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan
kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai
dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang
tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam
hati saya. Kemudian pada sore harinya, saya
pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya dan menciumnya, hal ini
membuatnya terkejut. Memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut
adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa
Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan
berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya
dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki
keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki banyak keajaiban,
segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat
menandingi keindahan tangan ibu... With Love to All Mother Note: Berbahagialah yang masih memiliki
ibu. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya. " Jika kamu mencintai Ibumu, sebarkanlah cerita ini agar
umat manusia sadar sehingga dapat mencintai dan meyayangi Ibunya” |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
“Sayangi dan
cintailah orangtuamu seperti engkau menyayangi dan mencintai anakmu”
Copyright:
14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)