Kung Fu
|
Spiritual
|
Feng Shui
|
Ruang Diskusi
|
|
Chi Kung
|
Meditasi |
Gwa Mia
|
|
|
Tao-4u.net > Artikel > Tao Judul: Ajaran Tao dalam pandangan saya. Pengirim: Candra Gunawan Email: Candra_gunawan2000@yahoo.com Tao sangat luas artinya (baca: Arti Tao) dan artikel ini membatasi Tao hanya dalam lingkup sebuah ajaran. Tao adalah ajaran yang
berasal dari Tiongkok kuno, mulai terbentuk sejak masa Kaisar Kuning / Huang
Tee, dipopulerkan oleh Lao Tse dan dijadikan sebagai agama oleh Cang Tao
Ling. Ruang lingkup ajaran Tao sangatlah luas, meliputi berbagai aspek kehidupan (Baca: Seni & Ilmu Tao). Sebagai sebuah ajaran kehidupan, Tao merupakan sebuah ajaran yang sangat fleksibel dan realistis. Tao tidak menjanjikan apapun kepada umatnya, Tao hanya menunjukkan jalan dan membimbing umatnya agar: 1. Semakin cerdas. Umat Tao dibiasakan untuk berpikir guna mengembangkan daya nalar dan tidak hanya percaya kepada doktrin kuno. Dalam Tao tidak ada dogma atau doktrin yang dianggap sebagai suatu kebenaran mutlak sehingga tidak boleh dibantah. Dalam Tao tidak ada keharusan untuk percaya kepada berbagai ajaran atau doktrin Tao kuno. Justru generasi Tao selanjutnya diharapkan untuk menyempurnakan dan merevisi berbagai konsep Tao kuno jika ternyata ada kekeliruan. Umat Tao dirangsang terus menerus untuk berpikir dan memecahkan misteri kehidupan secara pribadi. Dengan demikian maka umat menjadi semakin cerdas. Ini karena dalam Tao tidak ada dogma yang kaku, dalam menjalani kehidupan dan memecahkan permasalahan umat Tao menggunakan ‘Wu’. Memang kadang hal ini mennyebabkan munculnya berbagai pemikiran yang berbeda-beda, membentuk berbagai kelompok Tao yang mempunyai corak tersendiri. Hal inilah yang seringkali tidak dimengerti oleh orang awam yang hanya mempelajari Tao lewat buku-buku kuno sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Mereka menganalisa dan memilah-milah Tao dengan sudut pandang subyektif mereka sendiri, kemudian membaginya menjadi berbagai aliran dengan istilah mereka sendiri. Sehingga muncullah istilah Tao Filsafat (Tao Cia), Tao Agama (Tao Ciao), Neo Taoisme dan lain sebagainya. Padahal sesungguhnya Tao merupakan satu kesatuan, perbedaan pendapat, metode dan tatacara diantara umat Tao adalah mewakili diri pribadinya dan bukan Ajaran Tao nya. Tao filsafat, agama, seni, ilmu dan spiritual adalah bagian dari Ajaran Tao. Hanya saja kadang ada yang mempelajari Tao hanya sebagian saja sehingga orang awam melihatnya berbeda-beda bahkan mengira saling bertentangan. 2. Mandiri, tegar dan punya prinsip yang kuat. Umat Tao selalu berusaha untuk mengembangkan segenap potensi diri guna memecahkan misteri kehidupan. Berusaha menjadi diri sendiri dan tidak sekedar mengikuti suatu doktrin. Kaum Tao berpendapat bahwa semua tradisi keagamaan pada dasarnya adalah penemuan para agamawan yang hidup lebih dulu dibanding kita. Dengan demikian umat Tao menjadi punya prinsip yang mandiri dan tegar. Memang hal ini kadang menyebabkan adanya perbedaan pendapat antara umat yang satu dengan yang lain tentang kehidupan. Ini karena adanya perbedaan sudut pandang serta tingkat pemahaman tentang misteri kehidupan itu sendiri. Tetapi perbedaan pemahaman ini tidak menjadikan suatu permusuhan. Bahkan seringkali dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi. Tradisi ini berlangsung sejak jaman kuno, salah satu bukti nyata adalah bertemunya Lao Tse dan Kong Fu Tse untuk bertukar pikiran tentang TAO. 3. Mempunyai hati dan pikiran terbuka. Umat Tao mengawali konsep kehidupan dengan ‘Tidak Tahu’ akan misteri kehidupan. Tidak tahu kenapa sekarang kita hidup, tidak tahu apa yang terjadi sebelum kita hidup dan tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita mati. Karena itulah umat Tao mempunyai hati dan pikiran terbuka agar bisa menemukan kebenaran yang hakiki. Karenanya meskipun masing-masing umat mempunyai prinsip hidup yang berlainan, tetap saja tidak terjadi konflik. Justru masing-masing pihak selalu ingin mendiskusikan konsep hidupnya dan belajar dari pemahaman umat lain. Ini karena umat Tao tidak merasa bahwa pendapat yang sekarang diyakini sudah merupakan kebenaran yang hakiki. Karenanya selalu berusaha untuk merevisi dan mengembangkannya. Dengan demikian maka kemajuan akan lebih mudah diraih. 4. Menghargai para pendahulunya. Umat Tao sadar bahwa adanya kita karena adanya leluhur kita. Bisanya kita belajar Tao karena adanya senior kita. Karena itulah meskipun kadang berbeda pendapat dengan para seniornya, tetap saja menghormati dan menjunjung tinggi para seniornya. Sama seperti orang-orang yang telah berhasil mencapai gelar Sarjana, mungkin dirinya sudah jauh lebih pandai dari para guru SD mereka, tetapi para guru tersebut tetaplah Guru mereka! 5. Menjunjung tinggi persaudaraan. Bagi umat Tao, sesuatu hal yang terbukti salah tetaplah salah meskipun kitab Tao kuno menulisnya benar. Tetapi bukan berarti bahwa praktisi Tao yang berbeda pendapat telah menyimpang dari Tao atau mendirikan aliran baru. Juga bukan berarti bahwa orang Tao kuno salah dan bodoh.. Dalam hal ini Tao mirip dengan sebuah ‘Lembaga pendidikan’ dimana para Nabi dan Wali adalah para sarjana yang sudah lulus sedangkan kaum Tao yang sekarang masih dalam bangku kuliah. Para Nabi Tao dianggap sebagai senior kaum Tao yang sekarang. Umat Tao boleh saja tidak sependapat dengan teori Lao Tse (Nabi Tao), tetapi Lao Tse tetaplah Maha Guru umat Tao. Contoh sederhana: misalnya saja kita belajar fisika. Setelah menjadi sarjana dan mencapai gelar master mungkin kita menemukan bahwa ada beberapa teori fisika kuno yang salah. Kita boleh saja memperbaikinya, tetapi bukan berarti kita memandang rendah penemu teori tersebut. Karena adanya kita sekarang bisa mendalami fisika juga karena dasar-dasar fisika kuno yang ditetapkan oleh mereka. Maka kita tetap menghormati penemu teori fisika yang salah itu sebagai senior dan guru kita. Dan kita tetap saja seorang fisikawan dan bukannya membentuk aliran baru misalnya ‘neo fisikawan’. Dengan bekal hal-hal tersebut diataslah para Praktisi Tao membina diri mengembangkan kebajikan. Disisi lain umat Tao juga digembleng dalam olah spiritual untuk mengembangkan segenap potensi diri sebagai sarana untuk mengungkap misteri kehidupan secara menyeluruh. Itulah Tao, sebuah sistim yang bebas, terbuka, realistis dan berkembang mengikuti jaman namun tidak pernah melupakan akarnya. |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ [-4u ~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Hukum, Aturan
dan Dogma dibuat karena suatu alasan dan tujuan.”
Copyright:
14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)