Kung Fu
|
Spiritual
|
Feng Shui
|
Ruang Diskusi
|
|
Chi Kung
|
Meditasi |
Gwa Mia
|
|
|
Tao-4u.net > Artikel > Umum Judul:
Perbedaan adalah Alamiah Pengirim: Candra Gunawan Email: Candra_gunawan2000@yahoo.com Jika kita mengamati kehidupan umat manusia, maka akan terlihat bahwa terjadinya suatu konflik antar manusia adalah karena adanya perbedaan. Mulai dari perbedaan ideologi, sudut pandang hingga perbedaan kepentingan. Bahkan perbedaan agama juga seringkali memicu terjadinya konflik yang bisa menelan banyak korban jiwa. Padahal jika kita mau membuka hati dan pikiran akan terlihat dengan jelas bahwa perbedaan adalah sesuatu yang alamiah dan merupakan kodrat alam. Setiap manusia mempunyai karakter dan latar belakang yang berbeda. Masing-masing dengan ciri khasnya tersendiri. Dengan jelas kita bisa melihat bahwa perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Bahkan alam semesta sendiripun telah memberi kita ‘contoh’ dengan terciptanya berbagai benda yang berbeda-beda. Jika perbedaan tidak bisa kita hindari maka bagaimanakah seharusnya kita menyikapi perbedaan ? Ini bukanlah hal yang sulit untuk diteorikan, apalagi ajaran Tao berlandaskan alamiah. Namun penerapannya tidaklah mudah karena manusia mempunyai ‘ego’ yang seringkali menguasai pola pikirnya sehingga kadang tidak mampu menggunakan daya pikirnya secara jernih dan obyektif. Sebagai contoh kita batasi lingkup perbedaan sebatas pada ‘Perbedaan agama’. Dalam ajaran Tao, perbedaan agama adalah merupakan hal yang alamiah. Ajaran Tao tidak menganggap bahwa ajarannya yang paling benar dan memvonis ajaran lain salah atau bahkan sesat. Agama pada dasarnya adalah sebuah metode untuk menjalani hidup. Didalamnya meliputi berbagai hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan dan juga hal-hal yang bersifat spiritual. Hal-hal yang bersifat sosial maksudnya adalah yang mengatur hubungan antar manusia. Dalam hal ini masing-masing agama mempunyai ciri khas yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang budaya dimana agama itu tercipta. (Baca: Agama & Budaya). Sedangkan sisi spiritual adalah yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan. Termasuk didalamnya berbagai metode untuk mengolah batin. Adanya perbedaan metode pengolahan batin yang digunakan masing-masing agama juga disebabkan karena adanya perbedaan pemahaman dari para Nabi/Wali dan pemuka masing-masing agama tersebut. Ini juga masih berkaitan erat dengan budaya dan perilaku masyarakat dimana agama itu muncul. Salah satu contoh berbagai metode pengembangan batin yang nberbeda antara lain: doa, puasa, ciak jay/vegetarian, meditasi dan lain-lain. Semuanya merupakan metode pengembangan diri dimana masing-masing agama mempunyai ciri khas yang berbeda antara satu dengan yang lain. Perbedaan metode ini tentu saja akan menyebabkan terjadinya perbedaan hasil. Tetapi bukan berarti metode Tao yang paling benar dan metode yang lainnya salah atau sebaliknya. Untuk mempermudah pemahaman, kita umpamakan kalau agama adalah suatu lembaga pendidikan atau universitas. Kita tidak bisa memvonis bahwa yang paling tepat adalah harus jadi Dokter dan jangan jadi Insinyur. Kita juga tidak bisa menganggap bahwa Sarjana Ekonomi lebih baik dari Sarjana Hukum. Seringkali kita menutupi perbedaan dan berusaha ‘memaksakan’ dengan beranggapan bahwa semua agama pada dasarnya adalah sama. Ini sesungguhnya seperti kita ‘memaksakan’ diri dengan menganggap kalau Dokter dan Insinyur adalah sama. Ini adalah sebuah kesepakatan semu dan cenderung hanya basa-basi belaka. Perbedaan tidak perlu ditutup-tutupi, melainkan justru harus diakui dan diterima pikiran dan hati terbuka. Kita harus dengan lapang dada menerima bahwa masing-masing agama mepunyai ciri khas dan metode pembinaan diri masing-masing. Kita harus menyadari bahwa antara agama yang satu dengan yang lain adalah berbeda! Dan kita harus bisa menyadari bahwa tidak ada yang salah dengan perbedaan yang ada! Dokter dan Insinyur ‘sama’ dalam lingkup tingkat ‘sarjana’, agama yang satu dengan yang lain sama dalam lingkup semua merupakan ‘metode’ untuk menjalani hidup. Dan mohon dicermati bahwa kita tidak bisa memperbandingkan mana yang lebih pandai antara Dokter dan Insinyur. Karenanya kita tidak bisa memperbandingkan antara agama yang satu dengan yang lain untuk mencari mana yang paling benar dan sempurna. Kita hanya bisa memperbandingkan sekedar untuk mengetahui berbagai perbedaan untuk sekedar menambah wawasan dan menumbuhkan sikap saling pengertian. Atau lebih jauh lagi untuk mencari mana yang paling cocok untuk kita. Saya mungkin lebih cocok menjadi Dokter, tetapi saya tidak berhak bilang bahwa menjadi Dokter lah yang terbaik! Karena bagi yang lain, mungkin justru lebih cocok jadi Insinyur. Hidup adalah sebuah pilihan, masing-masing manusia berhak untuk memilih jalan hidupnya masing-masing. Silahkan saja jika ada yang memilih mau jadi Dokter, Insinyur, Sarjana Ekonomi, Hukum, Tentara atau yang lainnya. Walaupun seringkali kita tidak diberi cukup ‘kesempatan’ untuk memilih karena semenjak kecil pola pikir kita sudah ‘dibentuk’ oleh lingkungan kita. Kita telah ‘dipilihkan’ oleh lingkungan kita. Seandainya kita terlahir diwaktu dan tempat yang berbeda, kemungkinan besar kita akan menjadi sosok yang berbeda, bahkan mungkin akan memiliki keyakinan dan memeluk agama yang berbeda. Mohon direnungkan……… Artikel lainnya: |
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
||
|
|
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ [-4u ~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Kadang kuliah
di Universitas memang tidak banyak manfaatnya.
Tetapi hanya orang yang pernah kuliah di
Universitaslah yang memenuhi syarat untuk bicara demikian.”
Copyright:
14 Juni 2003 / 15-05-2554 (Imlik)